Home » » Suhu Makin Hangat, Salju Berakhir Lebih Cepat

Suhu Makin Hangat, Salju Berakhir Lebih Cepat


Kenaikan konsentrasi gas rumah kaca membuat suhu musim dingin semakin hangat dan musim salju semakin cepat berakhir.


Kesimpulan ini muncul dari hasil penelitian University of Massachusetts, Amherst (UMass Amherst) yang dirilis untuk publik Rabu (12/12).
Penelitian iklim ini adalah penelitian pertama yang menerapkan analisis perubahan iklim regional untuk menganalisis temperatur dan curah hujan di wilayah timur laut Amerika Serikat.
Para peneliti menyimpulkan, suhu di wilayah ini akan semakin hangat dalam 30 tahun ke depan terutama pada musim dingin. Musim dingin juga diprediksi semakin basah dan hujan akan lebih sering terjadi menggantikan salju.
Secara umum para peneliti menyimpulkan, wilayah timur laut AS akan menghangat 2-3 derajat Celsius pada pertengahan abad ini dengan kenaikan suhu lokal pada musim dingin mencapai 3,5 derajat C.
Curah hujan juga akan meningkat di sejumlah wilayah, terutama pada musim dingin. Sementara pada musim semi, panas dan gugur, curah hujan akan semakin rendah.
Curah hujan pada musim dingin akan naik 12 -15% di atas normal di wilayah barat daya Pennsylvania hingga wilayah Maine bagian utara dengan pengecualian di wilayah pesisir yang kenaikannya lebih rendah.
Michael Rawlins peneliti dari Climate System Research Center, UMass Amherst menyatakan, hasil terpenting dari penelitian ini adalah kemampuan para peneliti menganalisis secara detil perubahan iklim yang akan terjadi di wilayah seluas 2500 km2 (50 x 50 km). “Penelitian sebelumnya hanya memerkirakan kondisi secara umum, temuan ini adalah kemajuan yang signifikan,” tuturnya.
Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan lain yang memroyeksikan kenaikan konsentrasi CO2 di atmosfer dari 400 PPM (parts per million) saat ini menjadi antara 500 hingga 600 PPM pada 2070. Batas aman konsentrasi CO2 di atmosfer bagi iklim adalah 350 PPM yang saat ini sudah jauh terlampaui.
Menurut Rawlins, proyeksi ini adalah proyeksi yang “paling agresif dan berbahaya dari skenario kenaikan emisi CO2” namun belum ada tanda-tanda bahwa masyarakat akan beraksi mencegah kenaikan emisi ini. (MN/Hijauku)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM
Copyright © 2008-2016. DMY OFFICIAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DMY OFFICIAL
Proudly powered by Blogger