Home » » ETANOL, Energi Alternatif

ETANOL, Energi Alternatif


Bioethanol adalah salah satu bentuk energi terbaharui yang dapat diproduksi dari tumbuhan. Etanol dapat dibuat dari tanaman-tanaman yang umum, misalnya tebu, kentang, singkong, dan jagung.


Etanol digunakan secara luas di Brasil dan Amerika Serikat. Kedua negara ini memproduksi 88% dari seluruh jumlah bahan bakar etanol yang diproduksi di dunia. Kebanyakan mobil-mobil yang beredar di Amerika Serikat saat ini dapat menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol sampai 10%, dan penggunaan bensin etanol 10% malah diwajibkan di beberapa kota dan negara bagian AS.

Bio-etanol atau etanol dari tanaman memiliki beberapa kelebihan, seperti tingkat emisi rendah, ramah lingkungan dan hasil pembakarannya yang berupa CO2 sangat dibutuhkan untuk tanaman berkembang.
Di dunia, negara yang paling banyak memproduksi etanol adalah Brazil yaitu sekitar 16,5 juta kilo liter pada tahun lalu. Disusul kemudian oleh AS (15), Uni Eropa (3,5) dan China (3). Sementara lainnya, seperti Canada, America Latin, Afrika, Jepang dan Korea total produksinya hanya sekitar 4 juta liter per tahun.

Di Indonesia, produksi bio-etanol baru sekitar 177 ribu kilo liter per tahun. Produksi bio-etanol itu menggunakan bahan baku tetes tebu dengan jumlah 650 ribu ton per tahun. Bio-etanol yang dihasilkan adalah technical grade dan raw spirit dengan kadar 95-96 %.

Untuk 1 ton ubi kayu dapat dihasilkan sekitar 166,6 liter bioetanol, dengan berat yang sama ubi jalar menghasilkan 125 liter, sagu (90 liter) dan tetes tebu sekitar 250 liter. Namun untuk satu ton jagung, akan dihasilkan sekitar 400 liter bioetanol. Dari jagung dapat dibuat etanol 99,5 % atau fuel grade ethanol (FGE) yang dapat digunakan untuk campuran gasohol. Campuran gasohol adalah bioetanol dan bensin dengan kadar bioetanol sekitar 25 persen dari volume, mesin kendaraan tak usah dimodifikasi.

Nilai oktan etanol yang lebih tinggi meningkatkan rasio kompresi mesin dan juga meningkatkan efisiensi termal. Dalam sebuah studi, kontrol mesin yang kompleks ditambah sirkulasi ulang pipa gas buang yang ditingkatkan bisa meningkatkan rasio kompresi sampai 19,5 dengan bahan bakarnya etanol murni sampai E50. Hal ini nantinya akan menghasilkan ekonomi bahan bakar mobil etanol sama dengan ekonomi bahan bakar mobil bensin.

Jadi, Pertamina kita menjual energi alternatif ini secara di SPBU-SPBU ya? Supaya pengguna kendaraan bermotor juga bisa ramah lingkungan seperti para pesepeda Wink (MN/GreenRanger)

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM
Copyright © 2008-2016. DMY OFFICIAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DMY OFFICIAL
Proudly powered by Blogger