Gue jadi tau kenapa orang bank kalau nagih
utang ke nasabah bawa tukang pukul. Kadang tukang ngutang emang
ngeselin, nggak ditagih, dia nggak bayar. Tapi begitu ditagih, dia
ngomel, semua alasan dikeluarin. Bahkan, nggak jarang, yang ngutang
malah lebih galak dibanding yang ngutangin. Satu-satunya cara yang
paling tepat biar dia bayar utang ya emang harus bawa tukang pukul. Yang
badannya segede-gede Hulk. Yang kalau bersin doang, bisa menciptakan
angin puting beliung.
Tapi karena nggak mungkin nagih utang ke temen bawa tukang pukul, kayaknya perlu cara ‘licik’ lain deh, bisa dengan:
Nyuruh Temen yang Nagih
Kalau kalian tipe orang yang nggak enakan,
coba suruh temanmu yang nagihin. Caranya, coba ajak temanmu
bersandiwara. Kalau bisa, temenmu yang sangar. Lalu terapkan percakapan
ini:
Temenmu yang Pura-Pura: Eh, bayar utang dong! Goceng!
Kamu: gue lagi nggak ada duit, tagih ke dia deh, dia juga punya utang ke gue. *tunjuk temenmu yang ngutang*

Lalu biarkanlah temenmu dan orang yang ngutang bergulat di aspal.
Utangin Balik
Bisa juga dengan utangin balik. Ajak dia ke suatu tempat, lalu tunjuk barang kesukaanmu. Dan, terjadilah percakapan seperti ini:
Kamu: Eh, itu bagus tuh, gue beli ah. Tapi…
Temenmu: Tapi kenapa?
Kamu: Pake duit lo dulu dong, gue lupa bawa duit.

Disindir
Kalau orang yang ngutang adalah tipe yang
nggak pekaan atau pura-pura nggak peka dengan segala kode, coba disindir
secara langsung. Di depan umum, biar dia malu. Kalau elo nggak bisa
nyindir, coba rekrut penyindir profesional. Atau kalau nggak punya duit,
ajak temen buat nyindir. Sanksi sosial itu sangat efektif buat kasus
utang-piutang di dunia pertemanan.
Kalau dia nggak satu tongkrongan dengan kalian, coba sindir di media sosial. Ini ampuh.
Terus-Terang
Ada kalanya kita harus berpikir kalau sesuatu
yang benar itu wajib diperjuangkan. Nggak cuma masalah cinta. Masalah
utang juga harus diperjuangkan.
Ngomong terus terang ke si pengutang, apa
tujuanmu kenapa nagih utang. Omongin semuanya dengan sabar, kalau dia
masih juga nggak bayar, baru bayar tukang pukul.

0 comments:
Post a Comment