Kadang suka mikir, kenapa sih di dunia ini
harus ada tukang parkir? Eh wait, maksudnya, kenapa sih di Indonesia ini
harus ada tukang parkir? Ada beberapa tempat yang memang tukang parkir
itu diperlukan, misalnya, pusat perbelanjaan atau di manapun yang
sekiranya pengunjungnya biasa berjam-jam ngeparkirin kendaraannya. Tapi
kalau ATM? Rumah makan Padang? Indomaret? Man! Selama-lamanya elo
ngunjungin tempat yang barusan disebutin, itu nggak akan lebih dari 30
menit. Kecuali, elo ketiduran pas ngambil duit. Atau, elo lagi ngadain
prosesi lamaran di dalam Indomaret. Dan juga, elo pasti bisa ngawasin
lah kendaraan elo dari dalam. Bangunannya kan kecil, dan kacanya
transparan.
Sebenarnya nggak apa-apa sih ada tukang parkir. Asalkan, worth it.
Nggak yang kita dateng dia nggak ada, pas kita pulang, doi sok-sokan
muncul sambil niup peluit. Harusnya dengan bayar parkir, biar ikhlas,
kita tuh dapet hak-hak ini:
Dikoranin
Sebaik-baiknya tukang parkir adalah tukang
parkir yang perhatian sama pantat pelanggannya. Harusnya dengan bayar
duit parkir, itu udah include dengan jok motor yang dikoranin. Biar
kalau kita duduk, pantat nggak melepuh.
Atau buat yang naik mobil, kacanya dikoranin, biar dashboardnya nggak panas. Atau dipayungin sekalian biar totalitas.
Ditungguin
Buat yang suka dateng ke acara-acara (konser
atau pensi), biasanya si abang-abang minta duitnya di awal, trus begitu
kita pulang, kendaraan kita nggak dijagain. Dia pulang ngelonin
anak-bini.
Ini kan ngeselin, dikasih duit bukannya kerja, malah kabur.
Nggak beda jauh dengan tukang parkir yang ada di ATM/Indomaret. Dia dateng pas kita pulang aja, nggak dijagain.
(Sumber: www.rizqikautsar.com)
Ditarikin
Walaupun mundurin motor nggak seberat
mundurin truk semen mogok pake punggung, dengan tukang parkirnya narikin
motor kita, itu ada kelegaan sendiri bagi kita, ya kan? Berarti dia ada
usaha buat kerja. Gak gaji buta.
Atau buat yang pelanggannya bawa mobil, bisa juga bukain pintu mobilnya atau bawain belanjaannya (kalau banyak dan berat).
Lah ini, kadang didiemin. Padahal di beberapa
daerah (Jogja misalnya), tukang parkirnya kalau pelanggannya mau
pulang, motornya dikeluarin, trus posisi motornya ditarok sesuai dengan
arah tujuan kita ke mana. Ini kan keren.
Diseberangin
Ditinggal itu sakit. Begitulah perasaan para pengguna kendaraan setelah bayar parkirnya kecepetan.
Kalau bayar parkirnya kecepetan, biasanya tukang parkirnya ninggalin, dan enggak nyeberangin kita.
Harusnya dia nyeberangin, kan itu salah satu paket dari harga parkir.
Disenyumin
Kalau emang dia nggak ngelakuin service apa-apa, minimal senyum. Senyum!
Banyak tukang parkir yang kalau dikasih cuma
seribu, mukanya kecut. Dia nggak tau kalau sejuta tanpa seribu,
itungannya cuma ratusan ribu.

Jadi, guys, kesel gak sama tukang parkir? Dengan uang yang kalian kasih, menurut kalian harus dapet apa? (MN/Satria Ramadhan)

0 comments:
Post a Comment