Home » » Ini Lho Asal Usul Kata Nusantara

Ini Lho Asal Usul Kata Nusantara


Jauh sebelum tanah air kita dijajah bangsa asing dan cappuccino cincau populer di kalangan cabe-cabean yang pake tas Hermes ori, Indonesia itu adalah tanah luas yang kaya akan sumber daya alam, dan memiliki banyak kerajaan yang hebat. Kalo dulu pas sekolah kamu nggak doyan tidur di kolong meja guru pas pelajaran sejarah, pasti masih inget beberapanya.

Di kesempatan ngebahas sejarah kali ini, Kanda pengin ngebahas asal-usul kata ‘Nusantara’. Ada yang tau? Atau lupa? Aduuuh, gimana sih nasionalisme kamu. Masa nomor telepon sama alamat rumah mantan pas masih dalam proses pembuahan inget, tapi sejarah Nusantara lupa atau gak tau? Oke deh, kita bahas aja langsung yuk!

Pada zaman dahulu kala, Indonesia itu dikenal sebagai ‘Nusantara’, sebuah istilah yang mengambarkan ribuan kepulauan yang membentang dari Sumatera sampai Papua.

Bayangin aja negara kita yang juga disebut sebagai Zamrud Khatulistiwa  yang terhampar keanekaragaman hayati ini punya pulau sebanyak 17.504 buah. 7.870 udah punya nama, sedangkan 9.634 belum dinamain. Kesempatan tuh siapa tau segitu banyak pulau yang masih kosong, kamu pengin bea balik nama beberapanya terus bikin kerajaan sendiri.

Masih inget nggak lirik lagu nasional di bawah ini?

“Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau.
Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.”

Kata Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta; nusa yang berarti ‘pulau’ dan antara yang berarti ‘luar’. Kalo digabung jadinya pulau luar, iya, emang, karena digunain buat menyebut pulau-pulau di luar Majapahit (Jawa).

Nah, kata Nusantara pertama kali diucapin oleh Patih Gajah Mada di dalam Sumpah Palapa ketika upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi kerajaan Majapahit pada tahun 1258 Saka/1336M, yang tertulis di kitab Pararato.

 
(Gajah Mada, Padmapuspita, 1966:38).

Ini arti sumpahnya:

Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun (Nusa Penida), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kerajaan Tanjungpura, Ketapang, Kalimantan Barat), Haru (Sumatra Utara (ada kemungkinan merujuk kepada Karo)), Pahang (Pahang di Semenanjung Melayu), Dompo (Dompu, sebuah daerah/kabupaten di pulau Sumbawa), Bali, Sunda (Kerajaan Sunda), Palembang (Kerajaan Sriwijaya), Tumasik (Singapura), demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".
Gokil, hebat banget ya Patih Gajah Mada ini. Dia baru mau melepas puasanya kalo berhasil mengalahkan dan menyatukan pulau-pulau itu. Lah kamu? Mau naklukin hati gebetan aja ngeluh mulu terus ujung-ujungnya minta bantuan dukun atau pake bulu perindu. Meh. ~

Berlanjut, pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), atau dikenal sebagai Dr. Setiabudi, memperkenalkan kembali istilah Nusantara setelah berabad-abad lamanya terlupakan. Dia mengambil itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-10 yang diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom.

Ernest Francois Eugene Douwes Dekker alias Dr. Setiabudi.

Setelahnya, Dr. Setiabudi memberi makna kata Nusantara menjadi pengertian yang nasionalistis dan modern. Yang tertanam dalam pikiran kita semua untuk mengenal Indonesia. Hiduplah Indonesia raya! ~

Oke, sekarang udah tau kan asal-usul kata Nusantara? (MN/Falen Pratama)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM
Copyright © 2008-2016. DMY OFFICIAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DMY OFFICIAL
Proudly powered by Blogger