Home » » Alasan Jatuh Cinta Bikin Lupa Segalanya

Alasan Jatuh Cinta Bikin Lupa Segalanya



Sudah seminggu lebih Santoso senyam-senyum dan tertawa sendiri menatap layar ponselnya. Entah di rumah, di kampus, di kamar, juga di dalam keranda mayat. Teman-teman segeng Santoso; Rudi, Ilham, dan Jambrong, merasa ada yang tidak beres terhadap diri temannya itu. Padahal Santoso adalah orang yang pendiam dan cenderung dingin.

“Bor, lau curiga gak sih sama si Santoso? Dia tuh akhir-akhir ini suka senyam-senyum sendiri ngeliatin hpnya, eike curiga dia over dosis ngelem,” ujar Rudi dengan tangan melambai kepada teman-temannya saat nongkrong di lobi kampus.

Ilham yang sedang mengembuskan asap rokok ke udara dengan penuh khidmat melirik ke arah Rudi sambil menginjak puntung rokoknya. “Iya sih, eug juga curiga. Dia juga jadi susah diajak nongkrong. Tapi masa iya sih dia kesambet dedemit? Bukannya dedemit yang kesambet dia?”

“Menurut penelitian gue, mungkin dia lagi kesengsem sama cewek. Liat aja sekarang dia jadi lebih rapi dan enak diliat. Biasanya dia cuek aja badannya bau selangkangan jerapah dan bajunya kayak kain topo. Inget gak pas abis kita nonton film Frozen di bioskop sebulan lalu? Gue liat dia pas keluar dari toilet gak sengaja nabrak cewek, terus ngobrol kayak kenalan gitu, cuy,” sanggah Jambrong seraya mengelus janggutnya yang selebat hutan kalimantan.

Mendengar sanggahan Jambrong, Rudi dan Ilham tampak berpikir, lalu berkata serentak sambil menganggukkan kepala, “Wah, bisa jadi tuh!” Kemudian mereka saling memandang satu sama lain sambil menunjukkan tangan, “Kok kita ngomongnya barengan?”

“Eeeeh, tuh si Santoso dateng.” Jambrong beranjak dari posisi duduknya. “Hoi cuy! Mane aje lau?” tanyanya kepada Santoso sambil melakukan tos yang gerakannya lebih mirip mendorong mobil mogok.

“Lagi sibuk nih gue,” jawab Santoso sambil tos kepada Ilham dan Rudi.

“Sibuk ngapain? Deketin cewek atau ngeringin laut Merah?” Jambrong menyeringai.

“Aaah, apaan sih. Gue beneran sibuk,” kilah Santoso sambil menggaruk kepala dan cengengesan.

Jambrong melihat gestur Santoso yang mencurigakan, kemudian dia menyenggol pundak Rudi dan Ilham. “Tuh kan bener kata gue, dia lagi kesengsem.”

“Jangan lupa malam Minggu nanti ngumpul di rumah Rudi, anak kelasan mau pada futsal.” Jambrong mengingatkan sambil menepuk pundak Santoso.

“Yah sorry gue gak bisa, bro. Gue mau jalan sama pacar baru gue. Kan lo-lo pada tau gue udah tujuh tahun jomlo. Gue cabut duluan, ya. See you, guys!” kata Santoso, lalu meninggalkan teman-temannya yang hanya menggelengkan kepala.

Melihat sikap Santoso dalam cerpen di atas, pasti di antara kamu-kamu semua ada yang pernah seperti Santoso atau punya temen yang pernah kayak gitu. Ketika jatuh cinta, lupa sama semuanya. Lupa sama kewajiban, lupa sama temen, lupa sama janji. Semuanya.

“Kenapa sih kok orang yang lagi jatuh cinta jadi begitu?”

Jawabannya adalaaaaahhh…

Karena gak ada lagi yang diprioritaskan selain pacarnya yang menjadi nomor satu. Semua waktu, tenaga, dan materi terfokus untuk membahagiakan sang kekasih. Jadi orang yang lagi jatuh cinta itu meninggalkan semua yang seharusnya jadi prioritas demi pacarnya.


Apa lagi yang dipikirin orang yang lagi jatuh cinta selain membahagiakan pacarnya dan juga dirinya sendiri? Menjaga hubungan dia agar selalu baik-baik saja. Makanya dia gak menggubris hal lain yang gak berhubungan dengan hubungannya. Seolah dunia hanya untuk berdua.


Orang yang lagi jatuh cinta cenderung menutup mata dan telinga selain untuk orang yang dicintainya, seperti anak kecil yang lagi sibuk sama mainannya. Oleh sebab itu dia melupakan tanggung jawab atas prioritas-prioritasnya. Emang, pasti bikin gondok menghadapi orang yang lagi jatuh cinta, tapi biarkanlah.


Beri dia waktu untuk menikmati kebahagiaan yang hanya bersumber dari pacarnya dan gak bisa didapatkan dari hal lain. Berikan mereka kesempatan untuk menikmati kebahagiaannya dan tetap support serta mengingatkan mereka untuk melakukan kewajibannya.

Setidaknya dengan begitu, orang yang lagi jatuh cinta menjadi peka terhadap dirinya sendiri. Kebanyakan perilaku mereka jadi lebih positif, yang tadinya sering berpenampilan urakan, jadi rapi. Yang tadinya kurus, jadi gemukan karena ada yang perhatian nyuruh makan. Yang matanya beler karena begadang mulu, jadi segar bugar karena diomelin kalo begadang. Yang tadinya selalu berwajah sayu, jadi sering senyum karena bisa menciptakan bahagianya sendiri.


Ya, bunga-bunga rasa yang tertanam di hatinya tumbuh subur dan mengubah berbagai aspek dalam dirinya. Itulah mengapa orang yang lagi jatuh cinta lupa kepada semuanya. Itu lumrah, sangat lumrah. Akan ada masanya kita juga akan seperti itu, hanya urusan waktu.

Jadi, kalo ada orang, temen, atau sahabat yang kayak gitu, maklumin aja. Nggak usah kesel apalagi sampai naik pitam dan berantem. Tapi, buat yang lagi jatuh cinta atau baru jadian, jangan lupain temen juga. Soalnya kalo hubunganmu kenapa-napa,tempatmu berbagi itu mereka. Nah, sekarang Sahabat DMY udah tau kan? Sekarang Kanda pengin tau siapa aja nih yang pernah kayak gini? Hayooo ngaku. ~ (MN/Falen Pratama)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM
Copyright © 2008-2016. DMY OFFICIAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DMY OFFICIAL
Proudly powered by Blogger