Home » » Setujukah Tutup Tempat Makan Saat Bulan Puasa?

Setujukah Tutup Tempat Makan Saat Bulan Puasa?

 
Menjelang bulan puasa, banyak banget hal-hal yang seakan menjadi bahan buat diributin, padahal bulan suci harusnya disambut dengan hal-hal yang baik seperti saling memaafkan. Salah satu topik yang selalu menjadi perdebatan adalah, apakah rumah makan harus tutup selama jam berpuasa? Setiap orang punya argumennya masing-masing, ada yang setuju, ada juga yang menolak mentah-mentah. Alhasil, beberapa pemilik rumah makan memilih “mencadarkan” warungnya, alias ngasih hordeng buat nutupin makanan yang mereka jual.

Menutup rumah makan di jam puasa sih katanya adalah salah satu cara untuk menghargai mereka yang berpuasa, makanan kan salah satu godaan yang bisa menggoyahkan iman, liat paha ayam siang-siang jauh lebih menggoda dibanding liat paha Melodi. Lekukan botol sirup terasa begitu seksi, mengalahkan lekukan tubuh Selena Gomez. Pertanyaannya, selemah itukan iman orang-orang sampe kalah sama makanan atau minuman? Hmmmm… tentunya nggak dong yah. 

Indonesia itu kan negara yang memiliki 5 agama; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, itu artinya, nggak semua penduduk Indonesia berpuasa selama bulan Ramadan. Kalo rumah makan tutup, gimana nasib mereka yang nggak puasa? Bakal kesusahan nyari sarapan atau makan siang dong? Kasian juga cewek-cewek yang lagi mens, mereka juga nggak boleh puasa, masa tiap hari harus makan janji palsu karena nggak ada warung yang buka. Yang suka makan temen atau makan omongan sendiri sih enak ya, nggak bakal kelaparan.

Inti dari berpuasa itu adalah menahan godaan, bukan menghilangkan godaan. Kalo nggak ada godaan, nggak seru dong puasanya, pahalanya juga nggak dapet banyak! Semakin banyak menahan godaan, semakin banyak pula pahala yang dihadiahkan. Lagipula, godaan orang berpuasa juga bukan hanya makanan dan minuman, tapi juga emosi dan hawa nafsu lainnya seperti hawa nafsu pengen nonjok selingkuhannya pacar.
Menurut Nyunyu sendiri, menghormati orang yang berpuasa adalah sebuah keharusan, sama seperti menghormati orang yang nggak berpuasa. Tetapi, menghormatinya pun bukan dengan cara menutup pintu rezeki orang lain, kan? Banyak orang yang hidup dari membuka rumah makan; pemiliknya, karyawannya, sampe tukang parkirnya. Selain itu, masih ada kok cara yang lebih baik untuk menghormati orang berpuasa, yaitu dengan nggak ngeledekin, menghormati pilihan orang untuk berpuasa, nggak ngajakin batal atau sengaja ngajakin jalan-jalan ke warung bebek.
Nah, kalo Sahabat DMY sendiri gimana? Pro atau kontra kalo rumah makan ditutup selama bulan Ramadan? (MN/Adelina Fitriyani)
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM
Copyright © 2008-2016. DMY OFFICIAL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DMY OFFICIAL
Proudly powered by Blogger