Tren bencana iklim dan cuaca mendominasi tahun 2015. Tahun lalu ditetapkan sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah. Indonesia menempati posisi kelima negara dengan jumlah bencana terbanyak di 2015 di bawah China (26 bencana), Amerika Serikat (22 bencana), India (19 bencana) dan Philipina (15 bencana).
Hal ini terungkap dalam laporan
UN Office for Disaster Risk Reduction yang dirilis Kamis, 11 Februari
2016. Menurut Robert Glasser, Kepala UN Office for Disaster Risk
Reduction, 98,6 juta penduduk dunia terdampak bencana tahun lalu. Bencana iklim yang dipicu oleh El NiƱo menyumbang 92% dari semua bencana tersebut.
“Pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi perubahan iklim
menjadi langkah vital guna mengurangi risiko bencana saat ini maupun
pada masa datang,” ujar Glasser.Dampak yang paling nyata adalah terjadinya 32 bencana kekeringan besar tahun lalu. Jumlah bencana ini berlipat ganda dibanding rata-rata tahunan (15 bencana kekeringan) selama 10 tahun. Kekeringan berdampak pada 50,5 juta penduduk, terutama di wilayah Afrika. Jumlah ini jauh di atas rata-rata tahunan dalam sepuluh tahun terakhir yang 35,4 juta.
Bencana banjir menempati posisi kedua dengan 152 kali bencana dengan korban jiwa mencapai 3.310 jiwa dan berdampak pada 27,5 juta penduduk dunia. (MN/Hijauku)

0 comments:
Post a Comment