#PILKADA2015: Polisi Fokuskan Pengamanan Pilkada di Ambarawa
Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menjadi perhatian khusus aparat keamanan pada pelaksanaan pilkada serentak pada Rabu (9/12). Alasannya, karena dua calon bupati yang maju pada pilkada kali ini berasal dari Kecamatan Ambarawa.
Mereka adalah Dr H Mundjirin ES SpOG –calon bupati nomor urut 1-- berasal dari Kelurahan Panjang dan Nur Jatmiko yang juga calon bupati nomor urut 2 berasal dari Kelurahan Kupang. Karena itu, proses pengamanan menjelang hingga setelah pemungutan suara di kecamatan ini menjadi berbeda dengan 18 kecamatan lain yang ada di Kabupaten Semarang.
“Ambarawa memang ada perhatian lebih, karena ada dua calon bupati di sana,” ungkap Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman di sela Apel Pergeseran Petugas Pengamanan TPS dan Penyerahan Petugas Linmas di lapangan Stadion Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Senin (7/12).
Meski berbeda, jelasnya, tidak ada perlakuan khusus dalam pengamanan pilkada di Kecamatan Ambarawa nanti. Namun antisipasi pengamanan oleh aparat tetap disiapkan ekstra.
Namun, lanjut Latif, secara umum pihaknya berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama proses pelaksanaan pilkada tetap kondusif. “Kita tahu karakter masyarakat Kabupaten Semarang tetap bisa menjaga kesejukan,” ujarnya.
Kapolres Semarang AKBP Latif Usman juga mengharapkan selama proses pilkada para petugas pengamanan untuk menjalin sinergitas dengan pihak-pihak terkait. Menurutnya, tahapan pemungutan suara jangan pernah dianggap sebagai peristiwa biasa.
Namun tahapan pemungutan suara ini memiliki potensi kerawanan (keamanan) yang perlu mendapat perhatian. Sehingga situasi kondusif selama ini harus dapat ddipertahankan.
“Para personel keamanan, harus dapat menjalankan tugasnya dengan baik pada saat pemungutan suara di TPS maupun pada saat rekapitulasi suara dari tingkat PPS hingga KPU,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak warga masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pilkada untuk mengedepankan suasana damai, saling menghargai, menghormati dan menghindari terjadinya konflik.
Ia bahkan mengingatkan agar jangan pernah ada pihak- pihak yang mencoba mencederai demokrasi dan menghambat proses pilkada ini. Karena ada 600 personel Polres Semarang yang akan mengamankan proses pilkada di 1.700 TPS.
“Jumlah personel pengamanan ini belum ditambah dengan unsur lain yang juga dilibatkan dalam pengamanan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Semarang ini,” tegasnya.
Sementara itu, sedikitnya 4.500 personel anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) akan dilibatkan pada upaya pengamanan tempat pemungutan suara.
Serah terima personel Linmas ini dilakukan oleh Penjabat Bupati Semarang, Sujarwanto Dwiatmoko kepada Kapolres Semarang AKBP Latif Usman.
Para anggota Linmas akan menjadi ujung tombak pengamanan di setiap TPS di tingkat desa. “Mereka akan bekerja sama dengan satpol PP dan jajaran Polri didukung TNI untuk melaksanakan pengamanan menjelang dan paska pelaksanaan pilkada kali ini,” tegasnya.
Jika seluruh komponen Linmas dan stakeholder keamanan –termasuk tim sukses pasangan calon-- dapat bertugas dengan baik maka kondusifitas wilayah Kabupaten Semarang bakal dapat terjaga. Sehingga diharapkan hingga proses pemungutan suara Pilkada hingga rekapitulasi suara di tingkat KPU Kabupaten Semarang tentu akan berjalan lancar,” jelasnya. (MN/Republika)
Related Articles
Kalau kamu suka artikel DMY Official Klik Disini, atau berlangganan untuk menerima konten yang lebih besar persis seperti itu.

0 comments:
Post a Comment