Sejak zaman Siti Nurbaya yang akhirnya
dikawinin paksa dengan Datuk Maringgih, jatuh cinta memang nggak bisa
dihindari. Sebalnya, kita sering mengalami jatuh cinta kepada
orang-orang yang tidak kita duga, termasuk sama mantannya temen sendiri.
Ujung-ujungnya nggak enak hati, waduuuy~
Yang bikin guilty tuh,
saat udah jadian sama mantannya temen, pasti ada aja temen deket yang
mengonfirmasi hubungan kalian. Waini nih yang makin-makin. Kadang,
terlontar pertanyaan sekaligus pernyataan yang polos tapi ngeselin,
kayak, “Eh, denger-denger lo jadian sama si itu? Wah, selamat ya,
akhirnya lo bakal berhenti nulis ‘dunia ini nggak adil!’ di status BBM
nyokap gue. Eh tapi alig juga lo bisa nge-racapin mantannya!”
Oke, oke, harap tenang dan merasa beruntung.
Buat kamu-kamu yang sedang dalam keadaan ini atau bingung harus gimana
kalo keadaan ini terjadi, Kanda udah nyiapin cara buat menjaga hubungan
sama teman yang mantannya kamu racapin.
Tetap berkomunikasi
Biasanya, tongkrongan sekarang tuh bikin grup chat.
Selain memudahkan komunikasi buat ngatur jadwal nongkrong, ini juga
cukup ampuh buat ngilangin gabut… kalo isi anak-anaknya aktif ngobrol.
Nah, kalo kamu sama temenmu ini kebetulan berada dalam grup chat,
cobalah untuk tetap berkomunikasi, terlebih saat dia tau mantannya udah
jadi pacar kamu. Jangan pasif, itu justru bikin kamu terlihat
menghindar atau menyiratkan guilty pleasure-mu terhadap dia dan teman-temanmu yang lainnya.
Kalo dianya ternyata biasa aja dan tetap nimbrung di dalam convo tapi kamunya cuma jadi silent reader,
berarti kamunya yang drama. Ini juga berlaku ketika nongkrong langsung.
Ngobrol aja kayak biasanya, seolah nggak terjadi apa-apa atau masalah
berarti. Kamu harus tetap jadi sobi yang sabi. Lagian, hubungan kamu
dengan mantannya bukan sebuah masalah kok, kecuali kalo temenmu drama.
Itu baru beda urusan. Panjang malah..
Beri pengertian kepada pacarmu supaya nggak ribet
Kadangkala, ketika berada dalam kondisi punya
mantan yang ternyata teman pacar, secara nggak sadar bikin si dia jadi
serba salah. Jadi ujung-ujung ribet sendiri deh.
“Please, nanti pas di depan dia, kamu gini.. oke?”
“Aku nggak mau kamu sama dia jadi selek, jadi kita nanti kayak teman biasa aja ya..”
Atau..
“Nanti saat ketemu dia, aku pengin kamu pura-pura jadi satpamnya perdana menteri Guatemala ya..”
Yak, mon maap. HEHEHEHE.
Jangan terlihat canggung saat lagi sama pacarmu di depan dia
Pasti akan ada momen kamu bawa pacarmu ke
tongkrongan, lalu temanmu itu ngeliat. Nggak mungkin, kan, kalian
sembunyi-sembunyi terus pacarannya, udah kayak komandan perang Imam
Bonjol. Berusaha keras supaya nggak keliatan menonjol, tapi bikin kepala
berasa benjol.
Well, this is the moment when you have to tell the truth.
Kamu nggak perlu berkata jujur sama temenmu bahwa kamu dan mantannya
udah pacaran. Cukup bersikap santai aja ngasih sinyal
‘gue-sekarang-pacaran-sama-dia’.
Nggak menutup kemungkinan juga temanmu panas atau kesel ngeliatnya, itu kalo dia belum move on,
ya. Makanya bersikap santai, tapi bukan berarti terlihat kayak seolah
telah memenangkan sesuatu, yang justru terkesan ngejek. Inget, kamu cuma
mau showing, bukan insulting.
Jangan ngebahas masalah di masa lalu antara temanmu dan pacarmu
Masa lalu nggak akan ada habisnya dibahas.
Oleh karena itu jangan ngebahas tentang masalah di masa lalu antara
temanmu dan pacarmu. Emang sih, bikin gatel, tapi itu BUKAN urusanmu.
Malah kalo kamu ribet, yang ada bikin drama
yang nggak penting, alias masalah yang seharusnya terjadi. Lain hal kalo
temanmu masih suka recok sama pacarmu. Kalo begini, duduk deh bertiga.
Kamu jadi penengah.
Cukuplah masalah di masa lalu itu selesai
ketika mereka berdua telah resmi mendeklarasikan kata putus. Jangan
bikin temanmu melayangkan kata putus untuk pertemanan kalian melalui
tinju, dan pacarmu mengucapkan selamat tinggal sebelum sempat ngelapin
tisu, eh, maksudnya, lewat langkah seribu~
Tunjukkan kalian berdua bahagia, tapi jangan lebay!
The show must go on, rite?
Nggak mungkin, kan, kalo kamu harus selalu nutupin kebahagiaan kamu dan
pacarmu hanya demi temanmu itu? Lha, hubungan kalian yang ngejalanin,
kok ya harus ditutupin hanya demi menjaga perasaan sepihak?
Tunjukkin bahwa mantannya dia kini udah
bahagia bersamamu dengan semestinya. Kamu dan pacarmu itu untuk merasa
bahagia, bukan terasa seperti di dalam penjara.
Let him/her, ‘deal with it’
The last part is, let him/her deal with it.
Yap, membiarkan temanmu itu menerima kenyataan bahwa mantannya telah
jadi pacarmu. Semoga aja dia nggak menimbulkan konflik yang besar
kemungkinan membuat perpecahan di antara kalian atau malah tongkrongan.
Jadi kubu-kubuan gitu. Ini sering terjadi nih.
Biasanya, sih, bakal muncul sindirian lewat status BBM, tweet, atau update-an di timeline LINE
atau Path. Hahaha, ini lucu sih kalo jadi drama, apalagi kalo temanmu
cowok. Bagi dia, mungkin, hubunganmu dengan mantannya itu sama aja
menabuh genderang perang alias ngajak ribut. But, keep being cool.
You don’t have to ask any permission to make her/his ex to be your bae. Sebenarnya,
itu pertempuran batin antara temanmu dan dirinya sendiri. Jika dia
cukup dewasa, pasti menerima kok cepat atau lambat. Seharusnya, sih,
begitu. Toh, udah mantanan juga, nggak ada lagi yang harus diurusin
antara dia dan pacarmu. It’s all over. Biarkan dia menerimanya seiring berjalannya waktu.
Rumit ya? Nggak kok. Semua poin yang Kanda
jelasin itu cuma butuh kepekaan kamu dalam menangkap, menciptakan, dan
mendinginkan suasana aja. Yang penting jangan menyulut api, atau malah
nyiram api dari dia dengan bensin, mending ditimbun aja, terus jual pas
harga BBM naik. Untung gede deh tuh. Oke, semoga bermangpaat~

0 comments:
Post a Comment