Awal tahun kemarin tentu kita ingat betapa kerennya tim nasional sepakbola Indonesia. Timnas u-19 kita seolah nggak terkalahkan. Semua lawan yang tangguh, diacak-acak. Bahkan Korea Selatan pun –selaku juara bertahan kalah sama kita dengan skor 3-2. Sontak, timnas kita jadi ditakuti di mana-mana. Timnas u-19-nya tapi.
Tapi mulai dari pertengahan 2014, prestasi timnas kita nggak sesuai dengan harapan. Gaya main yang keren di awal tahun, menimbulkan ekspektasi yang tinggi sewaktu timnas mengikuti ajang piala asia (AFC cup). Harapannya sih, semifinal, biar bisa ikut piala dunia. Tapi nyatanya, timnas kita malah tersingkir. Nggak ada satupun kemenangan yang diraih. Kalau katanya sih, gara-gara timnas u-19 kita udah sombong duluan karena sebelumnya nggak terkalahkan. Ada juga yang bilang, kalau timnas kita kebanyakan “dijual” sama PSSI-nya buat kepentingan individu. Perhatiin deh, semenjak timnas menang mulu, mereka jadi sering latih-tanding, tapi lawannya culun-culun bukan lawan yang kompeten. Nah, ini dia yang dimaksud ‘dijual’. Mereka latih-tanding, diduga cuma demi rating stasiun TV dan tiket penonton.
Lain halnya dengan timnas kategori umur lain. Timnas senior, misalnya. Terakhir kalah sama Kamerun dengan skor 1-0. Lalu timnas u-23, terakhir kalah sama Korea dengan skor 4-0
Sontak timbul pertanyaan songong: kenapa kalah terus? Dari 250 juta orang kenapa nyari 11 orang jago aja nggak bisa?
Sepakbola Indonesia sangat terpuruk. Itu terbukti sewaktu kami ngecek ke website FIFA.com, peringkat Indonesia jauh di bawah. Peringkat 159! Sungguh mengecewakan.
Bukan itu aja, ternyata, peringkat sepakbola kita kalah sama mantan provinsi kita! Timor Timur! Uuuh..
Pikirin deh, kenapa ya kok bisa segitu terpuruknya sepakbola kita? Padahal, pemain kita banyak, ehm, ada apa ya dengan PSSI kita? Apa ada campur-tangan politik di sini? Apa mafia PSSI masih banyak bertebaran di dalamnya? Entahlah, yang jelas, sampai kapanpun Negara kita akan terpuruk, kalau semuanya yang diutamakan adalah kepentingan pribadi dan uang.
Tanggapanmu mengenai nasib persepakbolaan nasional kita apa, guys? (MN/Satria Ramadhan)

0 comments:
Post a Comment