Hari pencoblosan tiba, Kisanak. Keadaan pun kian memanas memasuki detik-detik krusial. Apakah kamu sudah menentukan pilihan kamu atas siapa yang nanti menjadi pemimpin bangsa kita? Pastinya harus udah nentuin dong.
Sejujurnya, Kakanda Falen bangga sekali dengan pilpres kali ini. Terasa sekali euphoria masyarakat kita dalam menentukan salah satu dari dua kandidat capres kita. Sungguh, terharu sekali melihat usaha mereka dalam berkampanye, yah meskipun ada beberapa oknum yang nggak fair.
Namun, Kakanda Falen juga perhatikan dengan keadaan hati tercabik-cabik cobek sambal, ternyata masih banyak yang memilih untuk golput, alias memilih untuk tidak memilih. Memang, itu adalah pilihan kamu, tapi apakah kamu tau dampak yang terjadi bila kamu golput?
1. Suara Kamu Disalahgunakan
Surat suara itu seperti sebuah undangan terhormat, tapi kalo surat suara kamu untuk mencoblos pilihan capres nggak digunakan, kemungkinan besar ada pihak jahat di TPS yang menyalahgunakan surat suara kamu.
2. Kamu Nggak Peduli Dengan Masa Depan Bangsa
Pasrah dan apatis itu beda tipis, kalo pasrah kamu sudah berusaha dan ikhlas dengan apapun hasilnya, sedangkan apatis itu nggak peduli sama sekali dengan hasilnya.
Pilpres kali ini itu hectic banget, karena yang berkompetisi hanya dua kandidat, dan dua-duanya sama kuat. Salah satu dari merekalah yang nantinya memimpin bangsa ini, yang memimpin kita semua.
Kalo kamu golput, sama aja kamu apatis, kamu nggak peduli dengan hasilnya nanti, dengan kata lain kamu nggak peduli dengan masa depan bangsa ini.
3. Kamu Nggak Berhak Protes
Ini hal yang paling pahit yang nantinya kamu rasakan kalo kamu golput. Jika suatu hari pemerintahnya ngaco, kamu nggak berhak protes karena kamu milih aja nggak. Nggak enak kan? Iya, makanya jangan golput. Sebisa mungkin pilihlah, siapapun, asalkan nggak golput.
4. Ababil
Kalo kamu golput itu berarti kamu menobatkan diri sebagai ababil. Kenapa? Karena kamu diberikan pilihan tapi kamu nggak memilih. Pilpres ini bukan sebuah ajang pemilihan skala kecil seperti memilih ketua kelas, ketua osis, atau ketua BEM, tapi memilih presiden dan wakilnya yang nantinya memimpin 240 juta lebih penduduk Indonesia selama lima tahun ke depan.
Kakek-kakek tua renta dan orang-orang desa pedalaman aja milih, masa kamu yang berjiwa muda dan tinggal di kota besar malah golput? Duh…
![]() |
| Ngantri 2 jam hujan2an di KBRI Den Haag demi nyoblos!Lu di Indonesia golput? Gak malu? |
5. Merasa Menyesal di Kemudian Hari
Kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi pada esok hari di negeri ini. Kalo misalnya kamu lebih memilih golput, dan presiden serta pemerintah yang nantinya terpilih nggak sesuai dengan keinginan kamu, lalu kamu bisa apa? Kamu kan dulunya memutuskan untuk nggak memilih siapapun.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi sebelum terjadi ada baiknya kita mengambil langkah penting, yaitu nggak golput, lagipula golput nggak akan bikin kulit kamu putih beneran.
Dilihat dari dampak yang Kakanda Falen jelasin, masihkah kamu ingin golput? Masa depan bangsa ini ada di tangan kamu, Kisanak. Saran Kanda carilah informasi sebanyak-banyaknya agar kamu bisa membedakan mana opini, fakta, dan fitnah. Dan kamu jadi tau siapa kandidat capres yang pas dengan hati kamu.
Pokoknya, siapapun presiden yang nantinya terpilih semoga menjadikan negeri ini lebih baik dari sebelumnya, membawa harapan dan perdamaian untuk masa depan cerah serta menyejaterakan rakyatnya dari Sabang sampai Merauke, tentunya memberikan subsidi tiket bioskop dan harga pecel ayam! (MN/Falen Pratama)


0 comments:
Post a Comment