Film mengenai sosok peri jahat dalam cerita dongeng Disney putri tidur yaitu 'Maleficent' yang dibintangi oleh Angelina Jolie, akhirnya tayang juga di Indonesia mulai 4 Juni lalu. Antusias para movie goers pun sangat tinggi akan hadirnya versi live action yang ditampilkan.
Dikisahkan mengenai seorang peri terkuat penjaga tanah ajaib Moors yang penuh dengan makhluk-makhluk mistis dan supranatural seperti peri, elf dan lainnya.
'Maleficent' (Angelina Jolie) merupakan peri terkuat yang mengemban tugas sebagai penjaga Moors, bertemu dengan seorang pemuda miskin bernama Stefan (Sharlto Copley) ketika masih remaja. 'Maleficent' pun jatuh cinta dengan sang pemuda dan menghabiskan waktu bersama selagi mereka tumbuh dewasa, sampai Stefan pergi bekerja di istana dan meninggalkannya.
Dipenuhi rasa dendam mendalam pada ayah dari jabang bayi tersebut, ia pun memberikan kutukan kuat pada Aurora. Sang putri akan tertidur abadi ketika jarinya tertusuk jarum pemintal sebelum ulang tahunnya yang ke enam belas.
Namun ternyata, Maleficent yang terus melihat pertumbuhan Aurora dewasa ini tanpa sadar jadi menyayangi sosok yang seharusnya ia benci tersebut. Berbagai usaha pun dicobanya untuk mengambil kembali kutukan namun tidak berhasil dilakukan. Seperti apa jadinya kisah putri tidur yang dilihat dari sisi lain ini ya?
Walau begitu dari sisi perkembangan plot cerita, terlihat agak sedikit terpentok dengan cerita asli putri Aurora terasa terlalu simple saja bagi penikmat dewasa. Namun seluruh kalangan penonton pasti dapat merasa tersentuh dengan kisah dibalik sifat jahat Maleficent yang sebenarnya timbul karena pengkhianatan seorang lelaki yang dicintainya, juga kepada Aurora.
Berbagai pesan pun dapat dipetik dari film keluaran Disney tersebut. Seperti salah satunya adalah: Sesuatu yang jahat, tidak akan selalu jahat dan yang baik pun tidak akan selalu baik. Setuju Sahabat DMY? (MN/Pearl)

0 comments:
Post a Comment