Film ini diangkat dari sebuah novel karya Roy Saputra yang berjudul sama dengan filmnya. Sebuah cerita menarik dengan balutan komedi yang menggelitik. Cukup berbeda dengan film-film yang selama ini menghiasi bioskop.
Setelah lulus kuliah, apa hal yang paling ditakutin seorang sarjana selain jadi pengangguran? Amit-amit deh. Masa, udah capek-capek
Semua orang yang lulus kuliah pasti pengin langsung dapet kerja. Apalagi kerjaan yang sesuai dengan keahlian dan gaji yang besar. Jadi bos perusahaan besar, pengusaha sukses, atau juragan pecel ayam. Itulah yang paling diimpikan Ari Budiman (Dimas Anggara), beserta dua orang sahabatnya, Suketi (Muhadkly Acho), dan Togar Simanjuntak (Lolox).
Ari merasa frustrasi karena belum kunjung dapet kerjaan, ditambah Suketi udah duluan dapet kerjaan padahal ngelamar kerjaannya bareng, sedangkan Togar memilih untuk membuka bengkel sendiri setelah dikasih modal dari ibunya yang datang jauh-jauh dari Medan, makin frustrasi lah dia.
Di tengah rasa frustrasi yang dirasakan Ari, hadirlah Tiur Simanjuntak (Dhea Seto), yang tidak lain dan tidak bukan adalah adik kandung dari Togar. Mereka berdua jatuh cinta pada pandangan pertama dan menjalin hubungan yang belum direstui sepenuhnya oleh Togar, karena Ari belum punya kerja.
Hubungan antara Ari dan Tiur juga sempat hampir berakhir ketika paman Togar (Joe P Project), mengetahui Ari adalah seorang pengangguran. Paman Togar berniat menjodohkan Tiur dengan keponakannya, Ronald, (Ge Pamungkas). Di sinilah cerita mulai memanas karena persaingan antara Ari dengan Ronald untuk mendapatkan Tiur.
Setengah jam pertama film ini, gue dibuat ngakak sekaligus terenyuh akibat ulah dua sahabat Ari dan Tiur yang setia menemani Ari mencari pekerjaan. Ari ini beruntung banget punya sahabat yang selalu di kala senang dan susah, ditambah dengan adanya seseorang yang nggak pernah lelah dan pamrih menemaninya mencari pekerjaan.
Ini pemikiran gue aja ya, menurut gue waktu yang tepat untuk kita mencari pendamping hidup adalah ketika kita masih berada di bawah. Di sinilah kita bisa melihat siapa orang yang benar-benar setia menemani kita mendaki hingga berada di puncak, bukan ketika ketika berada di atas atau katakanlah sukses. Karena meraih kesuksesan bersama orang yang kita sayangi itu priceless, beda banget kalo kita bersama sama orang yang kita sayangi saat udah sukses. Dan hal bisa kamu pelajari di Luntang-Lantung.
Persis seperti judul filmnya, Ari dibuat Luntang-lantung oleh statusnya yang pengangguran. Hingga dia sangat terpaksa menerima kerja sebagai sales oli yang menjajakan olinya dari orang ke orang.
Di tengah pekerjaan yang menurut Ari nggak layak, entah ini keberuntungan atau kesialan, suatu hari dia mendapatkan panggilan kerja sebagai Manager IT di sebuah perusahaan besar dikarenakan kesalahan HRD yang salah menguhubungi orang, yang seharusnya Ari Budiman lain. Pekerjaan inilah yang mengubah kehidupan Ari 180 derajat.
Jangan kacaukan hidupmu karena satu keputusan yang salah. Inilah kebodohan yang dilakukan Ari yang menerima tawaran kerja itu dengan cara menipu bos, sahabatnya, serta Tiur. Ari lupa daratan karena kesenangan duniawi. Dia nggak sadar bahwa semua yang dilakukannya ini akan menghancurkan hidupnya.
Hingga akhirnya, Ari mengkhianati cinta Tiur dan merusak persahabatannya dengan Suketi dan Togar. Ari sukses membuat kedua sahabatnya menjauh, dan Tiur memilih pulang ke Medan bersama Ronald saat nggak sengaja melihat perselingkuhan yang dilakukan Ari dan Bella (Kimberly Ryder), teman sekantor Ari.
Di scene ini bikin gue kesel banget sama karakter Ari yang kayak OKB (Orang Kaya Baru). Gayanya petantang-petenteng, nggak tau diri, songong, dan sombong. Gue iba melihat Tiur, seorang gadis setia yang malah ditinggal Ari. Pengin rasanya gue punya pacar kayak dia. Sayangnya belum ketemu sampai sekarang. *malah curhat
Betul kata peribahasa “Sepandai-pandainya menutupi bangkai pasti akan tercium juga,” karena Ari yang memang nggak becus apa-apa dengan pekerjaannya, dia kelabakan menutupi satu kebohongan dengan kebohongan lain hingga melibatkan Suketi dan Togar.
Akhirnya di suatu titik, Ari sadar bahwa dia bukanlah siapa-siapa tanpa kedua sahabatnya dan Tiur. Dia menyadari semua hal yang dilakukan adalah kesalahan besar, dan dia meminta maaf kepada mereka semua. Namun itu bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan Tiur, gadis itu teramat sakit hati dengan perlakuan Ari.
Lalu gimana kelanjutan ceritanya? Apakah kedua sahabatnya akan memaafkannya, dan Tiur kembali ke pelukannya? Silakan mencari jawabannya dengan menonton film ini di bioskop mulai tanggal 8 Mei 2014. Catet ya tanggalnya, jangan sampai nggak nonton!
Kekurangan dari film ini menurut gue terletak pada monolog dari Ari Budiman yang cukup memakan durasi, dan kurangnya mengeksplor cerita dari sisi Suketi atau Lolox, sehingga yang tersorot hanyalah Ari. Itu aja sih. So far, film ini cukup bagus.
Film besutan Fajar Nugros ini cukup apik. Ada eksplorasi beberapa daerah di Medan yang kece banget. Buat kamu-kamu yang sedang kuliah atau baru lulus dan suka traveling, gue sangat merekomendasikan kamu untuk wajib menonton film ini. Ajak temen, sahabat, dan pacar kamu, atau siapapun orang yang kamu kenal dan kebetulan lagi nyari kerja untuk nonton film ini. Worth it lah pokoknya.
“Film ini akan menceritakan gimana rasanya menghadapi dunia kerja. Untuk mencapai keinginan, kebanyakan orang zaman sekarang cenderung menghalalkan segala cara termasuk bohong dan menipu seperti yang dilakukan Ari Budiman. Padahal untuk mencapai semua tujuan, kita harus menjalani prosesnya terlebih dahulu dan diperlukan kejujuran,” ujar Muhadkly Acho sambil cengengesan saat kami memberi pendapatnya tentang film Luntang-Lantung saat screening-nya di 21 SetiaBudi, Rabu (30/04/14).
KELAKUAAAAAN! -__-
“Saran gue, carilah kerjaan yang memang passion lo karena lo akan menikmati itu. Jangan terlalu berharap dapet kerjaan ‘berdasi’, kalo lo untuk memulai dari bawah aja lo gengsi. Dan gue saranin juga, carilah pasangan yang mengerti kesibukan kita serta mau susah nemenin kita berjuang dari titik terendah hingga mencapai puncak,” lanjut Muhadkly Acho memberikan saran saat kami minta pendapatnya tentang hubungan. Keren banget ini sarannya, tjoi.
Akhir kata, jangan lelah berjuang dari bawah dan selalu berkata jujur. Karena untuk suatu tujuan yang ingin dicapai kita harus terlebih dahulu menjalani dan menikmati proses. Apa yang mudah dicapai juga akan mudah terlepas, dan jangan mudah merasa puas. Sip!
Bonus nih foto beberapa pemeran Luntang-Lantung buat kamu-kamu.
AAAAAKKK!! DIMAS ANGGARA AAAK! ~
Dhea Seto cakep ya, duh jadi pengin ngejagain dia. ~
Oh iya, jangan lupa kasih pendapat kamu tentang film ini kalo kamu udah nonton! (MN/Falen Pratama)
0 comments:
Post a Comment