Well, sebagai orang yang jarang foto selfie (karena alasan tampang kurang tentunya) gue gagal paham apa maksud dan tujuannya pose ini. Mungkin anak-anak kekinian ini pengin nunjukin kepada khalayak ramai bahwa mereka lagi sedih. Duh, nak.
Wahai, apa mau dikata, bahwasanya sebuah tren yang lagi booming udah pasti diikuti. Dan setelah gue menuruti rasa penasaran yang berasal dari pertanyaan gue, “Gimana sih selfie sambil nangis itu?” Maka ini adalah jawaban yang gue dapatkan dari pertapaan dunia maya.
...
Ini muka nangis apa muka baru bangun tidur ya?
FOKUS SAMA WAJAHNYA! FOKUS! *keplak*
Gusti, ini orang kayaknya lagi sedih banget.
Rambutnya pirang...
Pukpuk for you.
*tiupin matanya yang merah*
Ini pasti nangis gara-gara galauin mantan nih, pasti.
Maskara-nya bleweran ke mana-mana mbaaak.
Muke apa jemuran nggak pernah disetrika, lecek gitu.
Yasalam, segitunya mbak. *ngilu*
Secara psikologis, menurut ke-sotoy-an gue, tren ini kurang baik buat diikutin. Kenapa? Ya sekarang gini aja pikir deh, kalo misalnya kamu sedih terus dengan berfoto selfie sambil nangis gitu, kurang enak aja diliatnya. Itu artinya menunjukkan kelemahan. Lazimnya, kebahagiaanlah yang kita tunjukkan dan dibagikan kepada orang banyak, bukan kesedihan.
Ya mending pas posting foto selfie banyak yang ngasihanin, lah kalau banyak yang ngetawain? Kan makin tersiksa jadinya. Cukup tweet atau status Facebook aja yang galau, foto selfie mah sebaiknya jangan. Setuju? Kalo nggak setuju gak apa-apa sih.
Nah, hayo berani jujur, kamu pernah foto selfie sambil nangis nggak? Upload dong ke kolom comments sekalian
Atau, kamu pernah lihat foto selfie sambil nangis yang lebih epik dari yang di atas? (MN/Falen Pratama)
0 comments:
Post a Comment