Sel-sel bahan bakar hibrida (hybrid fuel cell) bisa menggunakan berbagai jenis tanaman seperti pati, selulosa, lignin – bahkan rerumputan, bubuk kayu, alga dan limbah dari peternakan unggas.
Alat ini bisa digunakan baik dalam skala kecil di negara-negara berkembang maupun dalam skala yang lebih besar – tergantung ketersediaan biomassa. Temuan ini telah diterbitkan dalam Jurnal Nature Communications.
Produksi listrik langsung dari biomassa ini dilakukan dengan cara mencampur biomassa yang tersedia dengan katalis polyoxometalate (POM). Campuran ini lalu dijemur atau dipanaskan sehingga memicu oksidasi yang menghantarkan listrik ke sel-sel bahan bakar secara langsung dalam jangka waktu 20 jam. Proses ini mengindikasikan bahwa katalis POM bisa digunakan kembali tanpa perlakuan khusus.
Hasil tes menunjukkan, tim ilmuwan mampu menghasilkan listrik maksimal 0,72 miliwatts per cm2 – 100 kali lebih tinggi dari sel-sel surya yang menggunakan mikroba dan selulosa. Tim percaya produksi energi ini masih bisa dioptimalkan hingga lima kali lipat. (MN/Hijauku)
0 comments:
Post a Comment