Setiap kali memandang sebuah plaket-timbul yang terbuat dari batu pualam
putih bersih di Istana Bogor, Sukarno terkenang akan masa kecilnya.
Lukisan itu berkisah tentang kelahiran Hercules. Tergantung di dinding
salah selasar menuju ke ruangan resepsi Negara.
Plaket itu
memperlihatkan bayi Hercules dalam pangkuan ibunya yang dikelilingi 14
orang wanita-wanita cantik, semua dalam keadaan telanjang. “Cobalah
bayangkan, betapa bahagianya untuk dilahirkan di tengah-tengah 14 orang
wanita cantik seperti ini,” kata Sukarno kepada Cindy Adams seperti
dikutip detikcom dari buku, Sukarno Penjambung Lidah Rakjat, Jumat
(14/2).
Presiden Pertama Indonesia itu kemudian teringat cerita
sang Ibu tentang kelahirannya pada 6 Juni 1901. “Itu (kelahiranku)
sangat menyedihkan,” kenang Sukarno. Karena tidak punya uang, ayah
Sukarno saat itu tidak mampu memanggil dukun beranak untuk menolong
isterinya yang akan melahirkan.
Satu-satunya yang membantu
proses lahirnya Sukarno saat itu adalah seorang kakek yang amat tua
kawan sang ayah. “Sukarno tidak sama beruntungnya dengan Hercules. Pada
waktu aku dilahirkan, tak seorang pun yang akan mengambilku ke dalam
pangkuannya, kecuali seorang kakek yang sudah terlalu amat tua,” kata
Sukarno.
Satu pertanda besar yang tak pernah dilupakan Sukarno
adalah, dia lahir bersamaan dengan meletusnya Gunung Kelud. Jarak gunung
tersebut hanya puluhan kilometer dari kediaman Sukarno kecil. Orang
yang percaya tahayul kemudian menyebut bahwa, meletusnya Gunung Kelud
adalah penyambutan alam atas bayi Sukarno.
Sementara orang Bali
mempunyai kepercayaan lain, yakni meletusnya sebuah gunung pertanda
bahwa rakyat telah melakukan maksiat. Sehingga menurut Sukarno, gunung
Kelud sebenarnya tidak menyambut kelahirannya.
Sejak kelahiran
Bung Karno, Gunung Kelud tercatat meletus beberapa kali. Letusan paling
besar tercatat terjadi pada 20 Mei 1919. Letusan menelan korban 5.160
jiwa , merusak sampai 15.000 hektar lahan produktif.
Kamis
(13/2) tadi malam pukul 22.50 WIB Gunung Kelud kembali meletus. Hujan
abu, pasir dan kerikil diperkirakan mencapai 15 kilometer. Bahkan Jumat
pagi hujan abu akibat letusan Gunung Kelud mencapai Yogyakarta, sejumlah
kota di Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Akibatnya sejumlah penerbangan
dibatalkan. (MN/Edwin)
Kisah Bung Karno yang Lahir Saat Gunung Kelud Meletus
Related Articles
Kalau kamu suka artikel DMY Official Klik Disini, atau berlangganan untuk menerima konten yang lebih besar persis seperti itu.
0 comments:
Post a Comment